Kewenangan Absolut Peradilan Tata Usaha Negara Dalam Penyelesaian Sengketa Administrasi Pasca Berlakunya Undang-Undang Administrasi Pemerintahan

Authors

  • Rusnin Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia
  • Almanar Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia
  • Mainita Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia
  • Afifuddin Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia
  • Syarifah Sharah Natasya Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71094/vkj.v3i4.157

Keywords:

Administrative Disputes, , Administrative Decisions, , Legal Certainty

Abstract

The transformation of the administrative legal framework through the enactment of the Government Administration Law has generated new dynamics in the practice of resolving administrative disputes, particularly concerning the limits of the absolute jurisdiction of the State Administrative Court (PTUN). The urgency of this research lies in the persistent lack of clarity regarding the boundaries of PTUN’s absolute competence in handling an increasingly broad range of dispute objects, including factual actions and electronic decisions, which potentially lead to overlapping jurisdiction with other courts. This study aims to analyze the scope of PTUN’s absolute jurisdiction following the enactment of the law and its implications for legal certainty. The method employed is normative legal research using statutory and conceptual approaches. Data were analyzed through a literature review of legislation, court decisions, and doctrines of administrative law. The results indicate that the expanded interpretation of State Administrative Decisions now encompasses a wider range of administrative actions, thereby broadening the absolute jurisdiction of PTUN. However, inconsistencies in practical implementation remain, particularly in the interpretation of dispute objects and the boundary between administrative and civil domains. The implications of this study highlight the need for regulatory harmonization and the strengthening of judicial guidelines to prevent jurisdictional conflicts among courts. Furthermore, enhancing law enforcement officials’ understanding of the concept of absolute jurisdiction is essential to achieving legal certainty and justice in the resolution of administrative disputes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, A. Y. A., & Wibowo, A. (2023). Penyelesaian sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara melalui upaya administratif: Prosedur, sengketa tata usaha negara, administrasi pemerintahan. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(1). https://doi.org/10.59653/jpm.v2i1.230

Azzahrawi, Djalil, H., & Idami, Z. (2019). Penyelesaian sengketa kepegawaian setelah upaya administratif. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 21(2), 215–236. https://doi.org/10.24815/kanun.v21i2.12481

Basniwati, A., & Saleh, M. (2022). Aspek hukum administrasi negara surat keputusan bersama menteri terhadap pembubaran ormas. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 10(1), 136–149. https://doi.org/10.29303/ius.v10i1.1032

Effendi, M. (2014). Peradilan Tata Usaha Negara Indonesia: Suatu pemikiran ke arah perluasan kompetensi pasca amandemen kedua Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara. Jurnal Hukum dan Peradilan, 3(1), 25–36. https://doi.org/10.25216/jhp.3.1.2014.25-36

Hermanto, B., & Sudiarawan, K. A. (2020). Penerapan penyelesaian sengketa tata usaha negara melalui upaya administrasi: Perbandingan Indonesia, Australia dan Belanda. Journal of Judicial Review, 22(2), 213–228. https://doi.org/10.37253/jjr.v22i2.1041

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan Setelah Menempuh Upaya Administratif.

Permana, T. C. I. (2015). Peradilan tata usaha negara pasca Undang-Undang Administrasi Pemerintahan ditinjau dari segi access to justice. Jurnal Hukum dan Peradilan, 4(3), 419–442. https://doi.org/10.25216/jhp.4.3.2015.419-442

Putrijanti, A. (2015). Kewenangan serta obyek sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara setelah ada UU No. 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Masalah-Masalah Hukum, 44(4), 425–430. https://doi.org/10.14710/mmh.44.4.2015.425-430

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh (berbagai putusan terkait objek sengketa administrasi, tidak dipublikasikan).

Rahmaddoni, B., Yusuf, M., & Mardhatillah. (2023). Penyelesaian sengketa melalui upaya administratif di Pengadilan Tata Usaha Negara Padang. UNES Journal of Swara Justisia, 7(1), 61–74. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i1.371

Ridwan, Heryansyah, D., & Pratiwi, D. K. (2018). Perluasan kompetensi absolut Pengadilan Tata Usaha Negara dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Hukum IUS Quia Iustum, 25(2), 339–358. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss2.art5

Safitri, E., & Sa'adah, N. (2021). Penerapan upaya administratif dalam sengketa tata usaha negara. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 3(1), 34–45. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i1.34-45

Simanjuntak, E. P. (2018). Perkara advokasi publik pasca berlakunya Undang-Undang Administrasi Pemerintahan (UUAP). Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 6(1), 14–33. https://doi.org/10.29303/ius.v6i1.535

Sugiharto, H., & Abrianto, B. O. (2018). Upaya administratif sebagai perlindungan hukum bagi rakyat dalam sengketa tata usaha negara. Arena Hukum, 11(1), 24–47. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2018.01001.2

Susilo, A. B. (2013). Reformulasi perbuatan melanggar hukum oleh badan atau pejabat pemerintahan dalam konteks kompetensi absolut Peradilan Tata Usaha Negara. Jurnal Hukum dan Peradilan, 2(2), 291–308. https://doi.org/10.25216/jhp.2.2.2013.291-308

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

Wahyunadi, Y. M. (2016). Kompetensi absolut Pengadilan Tata Usaha Negara dalam konteks Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 5(1), 117–140. https://doi.org/10.25216/jhp.5.1.2016.117-140

Wicaksono, D. A., Hantoro, B. F., & Kurniawan, D. (2021). Quo vadis pengaturan kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara dalam penerimaan permohonan fiktif positif pasca penataan regulasi dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 10(2), 183–202. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v10i2.726

Downloads

Published

2026-05-24

How to Cite

Rusnin, R., Almanar, A., Mainita, M., Afifuddin, A., & Natasya, S. S. (2026). Kewenangan Absolut Peradilan Tata Usaha Negara Dalam Penyelesaian Sengketa Administrasi Pasca Berlakunya Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Varied Knowledge Journal, 3(4), 254–263. https://doi.org/10.71094/vkj.v3i4.157