Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Rakyat Bermuatan Kearifan Lokal Sumatera Utara Berbantuan Media Komik Digital Untuk Siswa

Authors

  • Santa Hoky Hutagalung Program Studi Bahasa Indonesia Universitas Medan, Indonesia.
  • Mara Untung Ritonga Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Wisman Hadi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71094/vkj.v3i4.285

Keywords:

Teaching Materials, Folklore, Local Wisdom Of North Sumatra, Digital Comics

Abstract

This study aims to describe the development process, assess the feasibility, and determine the effectiveness of teaching materials for writing folklore integrated with the local wisdom of North Sumatra and supported by digital comic media for seventh-grade students at SMP Negeri 1 Pasaribu Tobing. The study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process began with a needs analysis involving teachers and students, followed by the design phase, development of learning materials and digital comic media, expert validation, implementation, and product evaluation. The validation results indicated that the teaching materials were categorized as highly feasible, with material expert assessments ranging from 93.9% to 95.1%, design expert assessment at 94.8%, and Indonesian language teacher assessment at 95%. The trial results showed very positive student responses, reaching 91.6% in the small-group trial and 92.7% in the large-group trial. The effectiveness of the teaching materials was demonstrated by the improvement in students’ learning outcomes after using the developed product. In addition to enhancing students’ folklore writing skills, the teaching materials also promoted the values of North Sumatran local wisdom, such as Dalihan Na Tolu, marsiadapari, holong, mutual cooperation, responsibility, and respect for others. Therefore, the developed teaching materials were found to be highly feasible and effective for use in Indonesian language learning.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Y., Mulyati, T., & Yunansah, H. (2020). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Bumi Aksara.

Adisaputera, A. (2023). Pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis digital dalam mendukung Kurikulum Merdeka. Medan: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan.

Anggraini, D., & Kurniawan, R. (2022). Pengembangan bahan ajar berbasis kompetensi untuk pembelajaran abad ke-21. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 7(1), 40–50.

Aprianto, D. (2021). Pengembangan buku nonteks pelajaran cerita rakyat Cirebon sebagai suplemen bahan bacaan kegiatan literasi di SMA/SMK. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 85–94.

Apriyanti, D., Suyanto, E., & Wardhani, N. E. (2021). Pengembangan bahan ajar digital berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(1), 23–34.

Apriyanti, R., Suyono, & Saddhono, K. (2021). Pengembangan bahan ajar menulis cerita rakyat berbasis kearifan lokal untuk siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 60–72.

Arikunto, S. (2014). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Astuti, R. (2023). Pembelajaran berbasis teks dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 35–45.

Astuti, R. (2023). Pengembangan media pembelajaran berbasis digital untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa SMP. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(1), 45–56.

Astuti, R., & Lestari, P. (2023). Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran menulis teks naratif. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 13(2), 101–112.

Astuti, R., & Lestari, S. (2023). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran abad ke-21. Jurnal Pendidikan Kontekstual, 4(2), 90–102.

Avia Kormasela, A., Suryadi, E., & Hidayat, R. (2020). Pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 155–168.

Avia Kormasela, M., Sumaryanto, T., & Saddhono, K. (2020). Kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis budaya. Jurnal Pendidikan Humaniora, 8(3), 210–219.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Standar penilaian bahan ajar. Jakarta: Kemendikbudristek.

Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational research: An introduction (7th ed.). New York: Longman.

Branch, R. M. (2022). Instructional design: The ADDIE approach. New York: Springer.

Cahyadi, R. A. H. (2020). Pengembangan bahan ajar berbasis ADDIE model. Halaqa: Islamic Education Journal, 4(1), 35–42. https://doi.org/10.21070/halaqa.v4i1.2124

Cahyani, T., Said, A., & Supeno. (2024). Validitas dan kepraktisan bahan ajar modul cetak berbasis multirepresentasi untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Jurnal Riset Konseptual.

Cholilah, M., Wibowo, A., & Anwar, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran abad ke-21. Jurnal Pendidikan Nasional, 5(1), 12–23.

Cholilah, N., Rahayu, T., & Prasetyo, A. (2023). Pengembangan bahan ajar digital interaktif pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Inovasi Pendidikan, 5(1), 12–22.

Daulay, S. (2021). Bahan ajar bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman belajar siswa. Medan: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan.

Dasrizal, & Hendri, M. (2020). Kearifan lokal sebagai identitas budaya daerah di era globalisasi. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 6(1), 22–31.

Dasrizal, & Hendri, S. (2020). Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(2), 98–107.

Depdiknas. (2008). Pengembangan bahan ajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2019). The systematic design of instruction (9th ed.). New York: Pearson Education.

Eldiana, S., & Kartikasari, R. D. (2023). Pengembangan bahan ajar digital teks cerita rakyat kelas X bertema kejadian sejarah daerah asal. Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP), 5(1).

Emilia, E. (2021). Pendekatan genre-based dalam pembelajaran bahasa. Bandung: Refika Aditama.

Fauziah, R., & Rahmadani, D. (2022). Pembelajaran menulis cerita rakyat sebagai sarana penguatan literasi budaya siswa SMP. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1), 33–42.

Fitriani, D., & Ananda, R. (2022). Unsur pembangun teks naratif dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Literasi Pendidikan, 7(1), 60–70.

Gunawan, H. (2022). Pembelajaran berbasis teks dan penguatan literasi siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(1), 55–65.

Hadi, W., & Siregar, R. (2020). Nilai filosofis dalihan na tolu dalam pembentukan karakter masyarakat Batak Toba. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 112–121.

Halim, A., & Rachmawati, D. (2022). Bahasa dan kearifan lokal dalam sastra daerah. Jurnal Bahasa dan Budaya, 5(2), 101–112.

Halim, A., & Rachmawati, D. (2022). Strategi pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam pembelajaran bahasa. Jurnal Pendidikan Humaniora, 8(2), 85–95.

Halim, A., & Rachmawati, I. (2022). Media komik digital dalam pembelajaran menulis teks cerita. Jurnal Pendidikan Bahasa, 11(1), 67–78.

Hamdani. (2011). Strategi belajar mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Harahap, B., & Siahaan, H. (1987). Orientasi nilai-nilai budaya Batak: Suatu pendekatan terhadap perilaku Batak Toba dan Angkola-Mandailing. Jakarta: Sanggar Willem Iskandar.

Harahap, R. (2022). Pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pendidikan Bahasa Indonesia. Medan: Unimed Press.

Harahap, R. (2022). Cerita rakyat Sumatera Utara sebagai sumber pendidikan karakter. Jurnal Sastra Daerah, 6(2), 55–66.

Hasibuan, L., Siregar, M., & Nasution, A. (2021). Kearifan lokal sebagai sumber nilai pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 45–56.

Hasibuan, S., Lubis, M., & Siregar, N. (2021). Penguatan nilai kearifan lokal dalam bahan ajar bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Nusantara, 4(1), 33–44.

Hidayat, R., & Ningsih, S. (2022). Efektivitas bahan ajar digital dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(2), 120–131.

Hidayat, T., & Ningsih, S. (2021). Struktur naratif dalam cerita rakyat Nusantara. Jurnal Sastra dan Pendidikan, 6(1), 55–65.

Hidayat, T., & Ningsih, S. (2022). Kearifan lokal dan kohesi sosial masyarakat Indonesia. Jurnal Sosiokultural, 6(2), 115–125.

Hutagalung, A. L., Safina, N., & Rita. (2022). Pengembangan bahan ajar menulis teks cerita rakyat berbasis sosiokultural pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA. Sintaks: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia, 2(1). https://doi.org/10.57251/sin.v2i1.217

Irpan, I., Sutisnawati, A., & Maula, L. H. (2024). Penerapan materi ajar berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman budaya pada siswa Sekolah Dasar Negeri Cikarang kelas III. COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education). https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/collase/article/view/22546

Josse, J., Hermawan, A., & Utami, S. (2021). Pengembangan bahan ajar menemukan hal menarik tokoh cerita rakyat (legenda) berbasis kearifan lokal Blitar. Patria Educational Journal, 1(2). https://doi.org/10.28926/pej.v1i2.106

Mahsun. (2021). Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (Edisi revisi). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Muliani, D. E., Kasmira, N., & Yusmanila. (2023). Validasi dan praktikalitas bahan ajar berbasis Google Sites. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2). https://edukatif.org/edukatif/article/view/4467

Muthmainnah, F., & Unes. (2025). Pengembangan bahan ajar teks cerita rakyat Indramayu berbasis kearifan lokal dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar SMA/SMK. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. https://doi.org/10.23969/jp.v10i4.33231

Panggabean, R., & Simanjuntak, D. (2023). Dalihan na tolu sebagai sistem etika sosial masyarakat Batak Toba. Jurnal Kajian Budaya Nusantara, 8(2), 145–158.

Pasaribu, T. (2004). Dalihan na tolu sebagai sistem sosial budaya Batak Toba. Medan: Penerbit Universitas Sumatera Utara.

Prastowo, A. (2020). Pengembangan bahan ajar tematik: Tinjauan teoretis dan praktis. Jakarta: Kencana.

Ritonga, M., & Hadi, S. (2021). Dalihan na tolu sebagai sistem nilai normatif dan fungsional dalam kehidupan masyarakat Batak Toba. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(1), 33–47.

Ritonga, M. U., & Hadi, W. (2021). Representasi nilai dalihan na tolu dalam kehidupan sosial masyarakat Batak Toba. Jurnal Ilmu Budaya dan Bahasa, 10(1), 67–78.

Safitri, Y. E., & Asih, S. S. (2023). Pengembangan media komik strip digital berbasis problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis IPA. Lembaran Ilmu Kependidikan. https://journal.unnes.ac.id/sju/jlj/article/view/73776

Septory, J., Sunaryanto, & Johansz, D. (2024). Pengembangan bahan ajar IPS berbasis budaya lokal Maluku Barat Daya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3). https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/19869

Sihotang, D., & Sitompul, R. (2022). Struktur kekerabatan dalihan na tolu dalam perspektif budaya Batak Toba. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 89–99.

Simanjuntak, R. Z., Ritonga, M. U., & Matondang, Z. (2024). Development of folklore teaching materials assisted by digital comics for Grade 3 students. Inovasi Kurikulum, 21(2), 751–762. https://doi.org/10.17509/jik.v21i2.67421

Simbolon, J., & Ritonga, M. U. (2024). Eksistensi nilai dalihan na tolu dalam masyarakat Batak Toba kontemporer. Jurnal Kajian Bahasa dan Budaya, 13(1), 15–27.

Suyono. (2022). Pembelajaran bahasa Indonesia: Teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Utami, M. Z., Setiawan, I., & Risdianto, E. (2022). Persepsi peserta didik terhadap keterbacaan media pembelajaran komik digital berbasis pendekatan kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar pada materi alat-alat optik. Jurnal Ilmu dan Pembelajaran Fisika. https://ejournal.unib.ac.id/jipf/article/view/16805

Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3), 329–339.

Wahidin. (2020). Kearifan lokal sebagai modal sosial masyarakat. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 3(1), 25–35.

Wahyudi. (2023). Pengembangan bahan ajar sebagai sumber belajar mandiri. Jurnal Pendidikan Modern, 7(2), 95–105.

Wahyuni, S., & Lestari, D. (2022). Pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(2), 100–110.

Wahyuni, S., & Setiawan, D. (2023). Bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan dan Budaya, 6(1), 60–70.

Wahyuni, S., & Setiawan, D. (2024). Prinsip pedagogis dalam pengembangan bahan ajar Kurikulum Merdeka. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 3(2), 90–102.

Wibowo, A. (2015). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wibowo, A. (2022). Metodologi penelitian pendidikan. Jurnal Metodologi Penelitian, 4(1), 1–10.

Wicaksono, A. (2021). Desain penyajian bahan ajar berorientasi peserta didik. Jurnal Pendidikan Humaniora, 9(1), 105–120.

Wicaksono, A., & Roekhan. (2021). Bahasa bahan ajar dan keterbacaan siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(1), 55–65.

Wicaksono, A., & Roekhan. (2021). Problematika pembelajaran menulis di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Humaniora, 9(2), 85–95.

Widianti, R., & Gilang, A. (2023). Analisis efektivitas bahan ajar digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Modern, 8(1), 19–28.

Widodo, C. S., & Jasmadi. (2021). Panduan penyusunan modul pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Widodo, H. P., & Jasmadi. (2021). Desain dan inovasi bahan ajar abad ke-21. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widoyoko, E. P. (2014). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widoyoko, E. P. (2020). Evaluasi program pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wijaya, A., Prasetyo, B., & Laksana, D. (2023). Analisis penggunaan bahan ajar konvensional pada pembelajaran Bahasa Indonesia SMP. Jurnal Kajian Pendidikan, 12(1), 50–59.

Wijayanti, R. (2023). Nilai-nilai pendidikan dalam cerita rakyat Indonesia. Jurnal Pendidikan Budaya, 4(2), 60–70.

Wildan, M. (2023a). Kearifan lokal sebagai basis pembelajaran kontekstual. Bandung: Alfabeta.

Wildan, M. (2023b). Kearifan lokal dan penguatan identitas budaya. Bandung: Alfabeta.

Wulandari, S., & Prasetyo, E. (2022). Komik digital sebagai media ajar inovatif. Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan, 8(1), 70–80.

Yaumi, M. (2021). Media dan teknologi pembelajaran. Prenada Media Group.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Hutagalung, S. H., Ritonga, M. U., & Hadi, W. (2026). Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Rakyat Bermuatan Kearifan Lokal Sumatera Utara Berbantuan Media Komik Digital Untuk Siswa. Varied Knowledge Journal, 3(4), 771–788. https://doi.org/10.71094/vkj.v3i4.285